Hot!

Cara meningkatkan daya ingat otak dan konsentrasi

Cara meningkatkan daya ingat otak dan konsentrasi sesungguhnya bisa didapatkan dari berbagai hal seperti misalnya dengan cara berolah raga. Selain untuk menjadikan tubuh tetap bugar dan sehat, ternyata olah raga juga baik bagi perkembangan otak sekaligus meningkatkan daya ingat. 

Lalu bagaimana dengan peran makanan?. Tentu saja selain olah raga, makanan memiliki peran yang sangat penting mengingat bahwa asupan makanan dengan kandungan gizi yang tinggi memang sangat diperlukan tubuh guna menjaga metabolisme tubuh, terlebih lagi untuk kesehatan otak serta menjaganya agar tetap berfungsi maksimal dalam merespon rangsangan.

Otak merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh dimana didalamnya terdapat lebih dari 100 juta sel saraf aktif yang berfungsi untuk berfikir dan mengatur semua pergerakan dalam tubuh baik gerakan secara refleks seperti cara kerja otot jantung, keseimbangan badan, bernafas serta gerakan tubuh lainnya secara keseluruhan. Sedemikian kompleks serta rumitnya cara kerja otak manusia sehingga memang diperlukan kiat-kiat khusus guna merawatnya secara berkesinambungan. Otak yang terjaga kesehatannya tentu akan semakin responsif serta semakin baik dalam menyimpan ingatan dan konsentrasi berpikir. 

Bagi Anda yang ingin memiliki otak yang lebih sehat, memiliki daya ingat yang tajam serta mampu berkonsentrasi dengan baik, maka ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan bagi otak Anda. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Cara meningkatkan daya ingat otak dan konsentrasi

1. Makanan harian untuk otak
Makanan tentu memiliki peranan yang besar pada perkembangan sel-sel otak. Perbanyaklah mengkonsumsi makanan-makan yang mengandung kadar gizi yang diperlukan otak seperti ikan, tomat, kacang-kacangan serta makanan-makanan lainnya yang banyak mengandung DHA, asam omega 3, vitamin B6, B12, E, anti-oksidan serta lycopene.

2. Sarapan pagi
Sarapan pagi merupakan hal penting yang harus Anda lakukan setiap hari sebelum Anda memulai sebuah aktifitas. Saat Anda terbangun di pagi hari sesungguhnya sebagian besar glukosa serta glikogen dalam tubuh yang berfungsi sebagai energi otak telah habis terkuras sehingga diperlukan energi pengganti. Oleh karenanya sarapan pagi setiap hari dengan kadar gizi yang cukup sangat diperlukan bagi tubuh untuk memproduksi energi glukosa yang sangat dibutuhkan oleh otak.

3. Jalan kaki 45 menit
Mungkin jalan kaki terkesan sebuah aktifitas yang sangat sederhana, namun jangan salah karena ternyata jalan kaki terbukti ampuh dalam menjaga kesehatan organ-organ tubuh termasuk otak. Sebuah penelitian di Amerika menyebutkan bahwa dari hasil survey yang dilakukan kepada sejumlah orang dengan kisaran usia 50 hingga 80 tahun yang melakukan aktifitas rutin berjalan kaki selama 45 menit selama 3 hari dalam seminggu mampu mempertahankan volume hippocampus. Hippocampus merupakan sentral ingatan pada otak yang akan semakin menyusut seiring usia. Bagi Anda yang masih malas untuk berjalan kaki, maka mulai saat ini harus lebih sering melakukan kegiatan tersebut untuk menjadikan otak Anda lebih sehat lagi.

4. Permainan berpikir
Beberapa peneliti mengibaratkan otak seperti pisau yang akan semakin tajam apabila sering diasah. Cara mengasah otak tentu tak mesti mengeluarkan biaya yang besar, bahkan bisa dilakukan dengan berbagai aktifitas sederhana yang menyenangkan seperti mengisi rubrik teka-teki silang, sudoko ataupun permainan-permainan strategi lainnya yang banyak terdapat dalam game online. Dengan memainkan permainan-permainan tersebut maka sel-sel saraf otak akan menjadi semakin terlatih dan responsif terhadap rangsangan dari sensor-sensor motorik.

5. Tidur yang cukup
Tidur merupakan sebuah aktifitas relaksasi tubuh dimana dengan tidur yang cukup maka tubuh mampu meregenerasikan serta memperbaiki fungsi-fungsi sel tubuh yang rusak secara alami termasuk juga memperbaiki kembali fungsi-fungsi otak. Tidur yang cukup (7-8 jam sehari) memiliki efek berantai bagi tubuh dalam menyerap serta mengalirkan oksigen ke dalam otak. Itulah mengapa sebabnya orang dengan waktu tidur yang kurang cenderung sulit berkonsentrasi dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas.

0 komentar:

Posting Komentar