Hot!

5 Tips Agar Hasil Foto Prewedding Tampak Sempurna

Prewedding di indonesia sudah menjadi industri yang penuh peluang. Prewedding pun sudah menjadi hal yang harus di lakukan oleh sebagian pasangan sebelum melakukan sesi pernikahan. Klien rela membayar mahal untuk mendapatkan hasil foto yang indah di tempat-tempat yang menarik, sehingga menjadikan saat itu seperti awal kebahagiaan sebelum menjalani kehidupan yang baru dalam berumah tangga.

Inti dari prewedding tersebut adalah mengabadikan moment kebahagiaan pasangan yang akan segera melakukan pernikahan. Biasanya calon mempelai akan terlihat lebih cantik dan tampan ketika sebelum melakukan pernikahan, saat telah melakukan proses pernikahan mereka biasanya sibuk untuk membangun rumah tangga dan tidak terlalu memperhatikan penampilan di hadapan pasangan. Foto prewedding ini biasa di gunakan untuk menghiasi ruang resepsi pernikahan, foto booth, dan dapat juga di gunakan pada undangan dan souvenir.


Karena adanya jenis fotografi ini fotografer di tuntut untuk mendalami fotografi. Berikut adalah tips agar foto prewedding yang di hasilkan oleh fotografer terlihat lebih indah dan menarik

1. Ekspresi

Dalam fotografi prewedding hal yang paling penting adalah sebuah ekspresi pasangan tersebut. Untuk mendapatkan ekpresi yang ideal dan bagus seorang fotografer harus mampu menjiwai kliennya, harus mampu melakukan pendekatan kepada kliennya sejak pertemuan pertama sehingga klien merasa nyaman dan melepaskan ekspresi bahagia ketika di foto. Tersenyum, bersikap ramah, dan mendengarkan apa yang di inginkan klien merupakan cara yang ampuh untuk mendapatkan hati klien.

Pada saat sesi pemotretan siapkan lelucon yang dapat membuat klien tertawa dan bersiap-siaplah untuk meng-candid dan anda akan mendapatkan foto indah nan natural.


2. Lokasi

Pada saat pemilihan lokasi pemotretan biasanya klien mempunyai beberapa pilihan tempat yang mereka inginkan, seorang fotografer tentunya harus bisa memberi saran beberapa tempat yang bagus sesuai tema dan konsep yang klien inginkan.

Usahakan dalam pemilihan lokasi pemotretan pilihlah tempat yang tidak terlalu ramai atau pilih waktu pada saat tempat tersebut tidak terlalu banyak pengunjung agar lebih mudah berkomunikasi dengan klien dan menghindari kegugupan dari klien karena di lihat oleh orang-orang sekitar.


3. Waktu

Pada saat sesi pemotretan lebih baik memilih waktu sekitar matahari terbit atau pun terbenam. Maksud dari pernyataan tersebut adalah memotret pada saat pagi dan sore hari dimana matahari lebih dekat dengan garis horion. Pada waktu ini maka akan menciptakan lighting natural dari matahari yang lebih soft jan juga menjadikan gambar yang di hasilkan menjadi lebih warm atau hangat. Jika pemotretan hanya dapat di lakukan pada siang hari maka pilihlah tempat yang rindang agar tidak memunculkan bayangan pada bawah mata seperti kantung mata.


4. Pose

Pilihlah pose yang sesuai dengan tema dan konsep agar menghasilkan gambar yang maksimal. Pose adalah elemen yang sangat berdampak ketika bercerita dengan menggunakan sebuah foto. Ketika anda menggunakan tema dan konsep elegan pilihlah pose yang anggun dan formal, namun ketika anda menggunakan tema casual dan relax maka pilihlah pose yang ceria seperti tertawa dan lompat-lompatan. Perhatikan tangan klien dan pastikan agar tangan mereka tidak kaku ketika menyentuh tubuh pasangan.


5. Aktifitas

Masalah yang sering di hadapi oleh fotografer adalah kehabisan ide untuk pose, pada saat seperti ini cobalah untuk meminta klien untuk melakukan sebuah aktifitas seperti instruksikan klien untuk jalan berdua menuju ke satu arah sambil berbincang-bincang atau tertawa bersama.

0 komentar:

Posting Komentar